映画『二つの故国をつなぐ歌』ジャカルタ上映&報告

画像


『アチェ伝統刺繍文化展』(2007.4.14~6.16)のオープニングで上映した「二つの故国をつなぐ歌」が、ジャカルタで上映されることになった。主催は:国際交流基金ジャカルタ日本文化センター、じゃかるた新聞、そしてインドネシア文化宮(GBI)。期日は、2007年5月10日(木)の午後5時と8時の2回を予定。鑑賞希望者が多数の場合は、追加上映も考慮されている。入場は無料。整理券は国際交流基金とじゃかるた新聞で配布予定。詳細は5月1日付けの『じゃかるた新聞』に掲載される。
尚、上映会には、映画の主人公であるサクラさん、孫のディーヴァちゃん、そしてディーヴァちゃんの両親が、遥かバンダアチェからやって来るそうだ。また、アチェ人ドキュメンタリー映画監督で、2005年NETPAC ASIA並びにインドネシアFFD(ドキュメンタリー映画祭)で最優秀賞(作品名はThe TSUNAMI Song)を受賞したマウラナ・アクバール(Maulana Akbar)氏も参加する予定。
あの巨大津波。奇跡的な生還を遂げた少女ディーヴァ。太平洋戦争末期、日本兵を父にアチェに生まれたサクラ。半生はまさに“春の到来を待ち続ける”日々だった。心の底に響くマンダリンの調べ、そして安曇野の春景色をバックに名曲「早春賦」。春(希望)の訪れを信じ、どんなに辛くても決して諦めない。それは、勇気をふるわせ、新たな時代を築こうとしているアチェの人々の姿を彷彿させる。



画像


州都バンダアチェ市内各所に、津波早期警戒装置が設置された(2007年1月GBI撮影)


【上映会報告】

画像



上映会後、挨拶をするサクラさん


画像


上映会に参加したサクラさんファミリー。後列左から、Ardelia Vidya Riana(サクラさん次女の末娘)、Dewi Narukaya(サクラさん次女)、Umar Sugeng Hariyono(Dewiさんのご主人)、M.Dirhamsyah(Divaの父)、前列左より、サクラさん、Niek Sudiyadi(Umarさんの母)、Sudiyadi(Umarさんの父)。

画像


二回目の上映会後、記念写真


画像


上映会後、鑑賞者の一人、アチェ人ドキュメンタリー監督のMaulana Akbar(愛称モモン)さんと歓談するサクラさん。モモンさんは、ジャカルタ芸術学院(IKJ)映画科卒業。州都バンダアチェを拠点にアチェ伝統文化の記録映画を精力的に製作中。2005年インドネシア・ドキュメンタリー映画祭において、作品「The Tsunami Song」で最優秀賞を受賞。


【関連記事】

「じゃかるた新聞」2007年5月11日付け紙面より

海老原晴子大使夫人が花束 「二つの故国をつなぐ歌」
国際交流基金で上映会開く
日本の叙情歌「早春賦」の歌声をバックに、日本とアチェの交流を描いたドキュメンタリー映画「二つの故国をつなぐ歌~Diva 早春賦をうたう」の上映会(国際交流基金ジャカルタ日本文化センター、じゃかるた新聞、インドネシア文化宮・共催)が十日、南ジャカルタの国際交流基金ジャカルタで開かれ、午後五時、同八時の二回の上映に計百五十人が集まった。
上映会には、戦時中、軍属でアチェ入りした池尻昌言さん(故人)とアチェ人のエマさんの間に生まれた主人公のサクラ・ナルカヤさん(六一)や親族らも参加、在留邦人らとともに作品を鑑賞した。
上映後、サクラさんは「この場に立ち会えることができて本当にうれしい。インドネシアと日本の交流をより深めるきっかけになれば」とあいさつした。
一回目の上映後には、海老原紳・駐インドネシア日本大使夫人の晴子さんがサクラさんに花束を贈呈、晴子夫人は作品について、「とても感動的でした。またサクラさんにお会いすることができて本当に良かった」と感想を語った。

画像


上映後、サクラさん(右)に花束を贈呈した晴子夫人


「じゃかるた新聞」2007年5月10日付け紙面より

きょう上映会 日本とアチェの交流描く
二つの故国をつなぐ歌」
春の到来を待ちわびる気持ちを綴った叙情歌「早春賦」を軸に日本とアチェの交流を描いたドキュメンタリー映画「二つの故国をつなぐ歌~Diva 早春賦をうたう」(約四十五分)の上映会(国際交流基金ジャカルタ日本文化センター、じゃかるた新聞、インドネシア文化宮・共催)が十日、南ジャカルタの国際交流基金ジャカルタで開かれる。
「二つの故国をつなぐ歌」では、終戦直前、軍属としてアチェ入りした日本人男性とアチェ人女性の間に生まれた主人公サクラ・ナルカヤさん(六一)の半生や祖父の吉丸一昌が作詞した叙情歌「早春賦」をアチェで歌い継いでいく様子、異母姉妹の真紀子さんとの交流、地震・津波の悲劇を乗り越え、サクラさんがバンダアチェで経営するホテルに早春賦の碑石を設立するまでの経緯などが感動的なタッチで描かれている。
上映会は午後五時と同八時の二回。入場無料。定員は各回百二十人。じゃかるた新聞(Menara Thamrin Suite 305, Jl.M.H.Thamrin Kav.3、電話230・3830)と国際交流基金ジャカルタ(Summitmas I Lt.2-3, Jl. Jend. Sudirman Kav.61-62、電話520・1266)で整理券を配布しているが、席に余裕があるため、当日直接来場も可(整理券保有者が優先)。上映会にはサクラさんも参加する予定。


「じゃかるた新聞」2007年5月1日付け紙面より

日本とアチェ結ぶ「早春賦」
映画「二つの故国をつなぐ歌」
10日、国際交流基金で上映
春の到来を待ちこがれる気持ちをつづった叙情歌「早春賦」を軸に日本とアチェの交流を描いたドキュメンタリー映画「二つの故国をつなぐ歌~Diva 早春賦をうたう」(約四十五分)の上映会(国際交流基金ジャカルタ日本文化センター、じゃかるた新聞、インドネシア文化宮・共催)が今月十日、南ジャカルタの国際交流基金ジャカルタで開かれる。
バンダアチェで早春賦を歌う女性の名は、ホテル・チャクラワラを経営するサクラ・ナルカヤさん。終戦八日前の一九四五年八月七日、軍属でアチェ入りした池尻昌言さんとアチェ人のエマさんとの間に生まれた。
池尻さんは四六年一月、「また必ず迎えに来るから待ってろ」という日本語のメモを残して日本へ引き揚げたが、その後、音信が途絶えた。
アチェを訪れた日本人を頼りに父の消息の手掛かりをつかもうとするサクラさん。七四年、バンダアチェに駐留していた日本人男性の助けを借り、日本の新聞を通じて池尻さんの身元が分かったが、二年前に六十四歳で他界していた。
十年後、サクラさんは初来日。父親の家族と対面し、映像制作会社「ユニモト」の社長で、サクラさんのいとこに当たる吉丸昌昭さんと出会う。吉丸さんは、二人の祖父である吉丸一昌作詞の早春賦のテープをお土産に渡した。
 そして二〇〇四年十二月、地震と津波がアチェを襲う。吉丸さんは数カ月後、現地入りし、約二十年ぶりにサクラさんと再会。サクラさんは早春賦を口ずさむようになっただけでなく、孫娘のディーヴァさんらにも歌い継ぐよう教えていた。
「二つの故国をつなぐ歌」は、吉丸さんが日本の芸術文化振興基金の助成金を得て制作した。日本語のナレーションと日本語字幕付き。
数奇な運命に翻弄されながらも気丈に生きるサクラさんの半生や異母姉妹の真紀子さんとの交流、地震・津波の悲劇を乗り越え、今年一月一日、ホテルに早春賦の碑石を設立するまでの経緯などが感動的なタッチで描かれている。
上映会は午後五時と同八時の二回。当日は、サクラさんとディーヴァさんら家族も参加する予定。

◇上映会
国際交流基金ジャカルタ日本文化センター(Summitmas 1, 2F,Jl.Jend.Sudirman Kav.61-62)のホールで10日(木)午後5時、同8時の2回。約1時間。入場無料。1日から、じゃかるた新聞(Menara Thamrin Suite 305, Jl.M.H.Thamrin Kav.3,電話230・3830)と国際交流基金ジャカルタ(電話520・1266)で整理券を配布する。1人3枚まで。各回の定員は120人。先着順。

画像


バンダアチェの海岸で早春賦を歌うサクラさん(左)と孫娘のディーヴァさん=作品より


インドネシア最大の夕刊紙「Suara Pembaruan」2007年5月8日付け紙面より
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/05/08/index.html

上記URLの「Hiburan」のコーナーの5番目の記事をクリックすると出てきます。
記事のタイトルは:Senandung Dua Saudari di Tembang Musim Semi
以下は記事内容

Sakura, Diva (cucu Sakura) dan Masaaki Yoshimaru saat produksi Film "Lagu Menyambung Kedua Tanah Air" di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam.

Perang Dunia (PD) II, 1941-1945 tidak hanya meninggalkan kenangan pahit dan memilukan. Ada juga kenangan indah romantika asmara. Sepotong kisah romantika bercampur dengan pergolakan politik saat itu.

Peristiwa itu pula yang terjadi di bumi Aceh saat penghujung PD II. Saat terjadi pemboman Nagasaki dan Hiroshima yang merontokkan kekuatan, di Banda Aceh terjadi saat-saat mendebarkan hati.

Jadi, di tengah pertempuran dan mengharukan termasuk di kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia. Pertempuran bersenjata antara tentara Sekutu Amerika Serikat dengan Dai Nippon (Jepang) di berbagai kawasan begitu banyak merenggut nyawa termasuk penduduk lokal.

Amerika Serikat akhirnya menjatuhkan bom atom di Hirosima, 6 Agustus 1945 dan Nagasaki, 9 Agustus 1945. Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyatakan berhenti perang.

Kenyataan seperti itu, diangkat dalam film dokumenter Lagu Menyambung Kedua Tanah Air oleh Produser Yoshimaru, pemilik Production House Unimoto Tokyo, Jepang. Film tersebut dalam bahasa Jepang diberi judul Hutatsu no kokoku wo tsunagu Uta.

Seperti diungkapkan Direktur Graha Budaya Indonesia (GBI) di Tokyo, Jepang, Seiichi Okawa, film dokumenter itu mengisahkan tentang peristiwa yang terjadi di Banda Aceh, tahun 1945. Yakni menjelang sepuluh hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan beberapa hari kemudian, Jepang menyerah akibat dijatuhi bom atom tersebut.

Tepat 7 Agustus 1945 di Banda Aceh, lahirlah bayi perempuan berwajah cantik hasil pernikahan seorang tentara Jepang dengan wanita Aceh. Gadis cantik hasil pernikahan anggota pasukan Jepang, Masanobu Ikejiri dengan Ema, wanita asli Aceh itu diberi nama Sakura. Nama tersebut diangkat dari bunga Sakura yang menjadi kebanggaan masyarakat Jepang. Negara Jepang memang sering dijuluki Negeri Sakura.

Seusai PD II, Masanobu Ikejiri yang semula bernama Masanobu Yoshimaru, setelah diangkat kakak kandung ibunya dan berubah nama menjadi Ikejiri. Dia tetap tinggal di Banda Aceh hingga lima bulan. Sebagai anggota Kenoe atau perwira pengawal Kaisar, Masanobu masih menyelesaikan penyerahan pemerintahan kepada pimpinan tentara sekutu dan masyarakat Aceh. Pengiriman pasukan Kenoe ke Aceh karena Jepang menghormati kerajaan dan raja-raja di Aceh.

Setelah semua selesai, Masanobu Ikejiri kembali ke Tokyo. Sebelum meninggalkan Banda Aceh, ia menulis sebuah surat yang menyatakan Sakura adalah anak kandungnya hasil perkawinan dengan Ema. Ia kembali ke Jepang tanpa kabar sampai meninggal dunia. Sebelumnya, Masanobu berjanji akan kembali mengunjungi bahkan memboyong Sakura dan ibunya ke Jepang. Namun, Masanobu tak kunjung tiba.

Mencari Ayah

Sakura dan ibunya hidup penuh tantangan. Namun, Ema terus membesarkan Sakura. Sejak sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas, Sakura yang kini berusia 61 tahun mencari ayahnya. Hingga tahun 1970, sejumlah veteran PD II asal Jepang yang pernah bertugas di Banda Aceh mengunjungi kawasan itu dalam status sebagai wisatawan.

Masyarakat memberitahukan tentang Sakura dan ibunya Ema. Mereka mendatanginya. Kemudian Ema dan Sakura memberikan surat yang ditinggalkan sang ayah. Rombongan itu kembali ke Jepang dan menyelenggarakan konferensi pers yang disiarkan di antaranya melalui surat kabar Mainichi di Tokyo.

Keesokan harinya, seorang wanita tampil di televisi dan melalui media cetak mengaku bernama Makiko, anak dari Masanobu Ikejiri. Ia mengakui Sakura adalah anak dari ayahnya yang sebelum meninggal sudah memberitahukan tentangnya. Dari sanalah, Makiko dan Sakura menjalin hubungan persaudaraan yang erat sebagai saudara dari satu ayah dengan ibu yang berbeda. Kontak persaudaraan itu terjalin hingga sekarang.

Kisah itulah, kata Okawa, diangkat pemilik Production House Unimoto, Masaaki Yoshimaru yang juga produser film dokumenter yang mengisahkan tentang hubungan persaudaraan antara Sakura dan Makiko.

Sesungguhnya Sakura, Makiko dan Masaaki Yoshimaru, bersaudara. Kakek Yoshimaru adalah Kazumasa Yoshimaru pencipta lagu Soshunfu (Menyambut Musim Semi di Negeri Sakura Jepang). Sementara ayah dari Sakura dan Makiko adalah anak kandung dari Kazumasa Yoshimaru,sang komponis itu. Lagu ciptaannya yang sejak lama menjadi lagu wajib di sekolah-sekolah di Jepang itu menjadi bagian penting yang diajarkan dalam kehidupan Sakura.

"Bahwa di musim salju, orang harus bertahan hidup dengan berbagai tantangan dan kesulitan hingga menjelang musim semi di mana masyarakat Jepang saat itu bisa hidup seperti biasa. Pada musim salju, mereka menghadapi kesulitan makanan dan sebagainya. Namun, saat awal musim semi tiba, kebahagiaan kembali diraihnya. Itulah yang dialami Sakura," kata Okawa.

Diangkat ke Film

Seiichi Okawa menambahkan, film dokumenter yang diangkat dari kehidupan nyata Sakura, pemilik hotel Cakra Dunia di Banda Aceh ini melukiskan jalinan persaudaraan dengan Makiko, dimaknai lagu karya kakek mereka. Yakni dari ketabahan menghasilkan kebahagiaan.

Film dokumenter yang berdurasi 45 menit ini pembuatannya mendapatkan bantuan dari Badan Kebudayaan Pemerintah Jepang sebesar Rp 375 juta, setara 5 juta Yen. Pemutaran perdana di Indonesia akan berlangsung di Japan Foundation Jakarta, Kamis, 10 Mei mendatang.

Pembuatan film Lagu Menyambung Kedua Tanah Air, yang didukung Badan Kebudayaan Pemerintah Jepang ini dilaksanakan Oktober 2006 dengan lokasi di Banda Aceh dan Jepang. Sementara pemutaran perdana di Indonesia ini terselenggara atas kerja sama Graha Budaya Indonesia (GBI) Tokyo Jepang, Surat Kabar Jakarta Shimbun dan The Japan Foundation.

Untuk pemutaran tersebut, kata Okawa, tidak dipungut biaya. Peminat dapat menghubungi Japan Foundation di Gedung Summitmas, Jalan Jenderal Sudirman untuk mendapat karcis masuk. Dijadwalkan Sakura, Makiko dan Masaaki Yoshimaru akan hadir dalam acara tersebut.

Sedangkan di Japan, pemutaran pertama di GBI dan Gedung Bioskop Tokyo 16 Januari 2007. Film yang masih menggunakan bahasa Jepang ini akan segera diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Bulan Agustus mendatang akan diputar di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam dalam rangka perayaan 62 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. [SP/Wolas Krenak]

画像




【参考ブログ】


映画『二つの故国をつなぐ歌』上映会のお知らせ
http://grahabudayaindonesia.at.webry.info/200704/article_2.html

早春賦をテーマにした映画が完成しました!
http://soushunfu.blog89.fc2.com/

アチェ伝統刺繍文化展のお知らせ(Pameran Budaya Sulaman Aceh)
http://grahabudayaindonesia.at.webry.info/200704/article_1.html

映像で見るアチェの今昔
http://grahabudayaindonesia.at.webry.info/200701/article_2.html

スマトラ島沖大地震・巨大津波二周年報道写真展のお知らせ
http://grahabudayaindonesia.at.webry.info/200612/article_7.html

アチェ&早春賦(映画:二つの故国をつなぐ歌)
http://grahabudayaindonesia.at.webry.info/200702/article_2.html


ブログ気持玉

クリックして気持ちを伝えよう!

ログインしてクリックすれば、自分のブログへのリンクが付きます。

→ログインへ

なるほど(納得、参考になった、ヘー)
驚いた
面白い
ナイス
ガッツ(がんばれ!)
かわいい

気持玉数 : 0

この記事へのコメント

この記事へのトラックバック